Catatan Perbaikan Motuba

Mobil : Kuda Diamond 2.0 MPI (Bensin) 

A. MASALAH 

Masalah utama :

1. rpm idlenya agak tinggi, di sekitar 1200

2.  Mesin brebet saat rpm di sekitar 1000-3000. Untuk menyusul mobil lain, atau naik di tanjakan menjadi susah karena brebetnya itu. Di atas 3000 brebetnya sangat kecil.

3. Mesin pincang, irama mesin tidak rapih.

4. Boros bahan bakar, dengan rasio sekitar 1:6,7 

5. Lampu check engine tidak menyala 

  

Gejala tambahan :

1. Saat gigi transmisi masuk, kemudian pedal kopling ditekan, rpm malah turun

2. Saat pedal gas dilepas, rpm lambat turunnya

3. Dalam kondisi mesin sudah panas, saat gigi transmisi di 4 dan kecepatan di bawah 60km/j, gasnya nyendat-nyendat. Begitu juga saat gigi transmisi di 3 dan kecepatan di bawah 40 km/j.  

 

Masalah tambahan : 

1. Jarum rpm tidak bergerak.

2. Odometer tidak bergerak

3. Seatbelt macet

4. Pintu-pintu tidak presisi

5. Dudukan baut jok belakang lepas


Perbaikan :

1. 15 Maret 2026 : Dibawa ke bengkel langganan pada pagi hari. Di luar dugaan, selama perjalanan dari rumah ke bengkel, hanya sekitar 10 menit perjalanan, ternyata mesin tidak brebet. Maka diduga brebetnya hanya karena kehujanan sebelumnya, dan air masuk ke ruang mesin karena karet penghalang di sekitar area ruang mesin sudah lemah. Akhirnya tidak dilakukan penanganan apapun dan mobil dibawa pulang kembali. Dalam perjalanan pulang, brebetnya muncul. Kemudian dilakukan pengukuran tahanan dan tegangan di sensor TPS dengan hasil sebagai berikut :

a. Tahanan pin 2 TPS terhadap pin 4 TPS (ground) dari tuas TB tertutup sampai terbuka maksimal : kecil ohm - 4,4k ohm (--> normal)

b. Tahanan pin 1 TPS (VCC) terhadap pin 4 TPS (ground) : 4.6 k ohm (normalnya 3.5 k ohm - 6.5 k ohm --> normal) 

c. Tahanan pin 3 TPS (idle switch)  terhadap pin 4 TPS (ground) : dari kecil tiba-tiba jadi takhingga ketika tuas TB digerakkan (--> normal)

2. 16 Maret 2026 : Besoknya mobil dibawa lagi ke bengkel. Disimpulkan kabel businya bermasalah. Untuk masalah rpm idle yang tinggi dan gas yang nyendat-nyendat perlu dianalisa melalui hasil scanner. Bengkel tersebut tidak punya alat scanner nya. Akhirnya mobil dibawa pulang dengan masalah-masalah yang belum teratasi.

3. 18 - 23 Maret 2026 : Pengerjaan yang dilakukan adalah :

a. Dilakukan pengukuran hambatan pada kabel busi. 3 kabel berhambatan 1,4k ohm, sementara 1 kabel sisanya berhambatan 0,015 k ohm.  Kemudian dilakukan penggantian seluruh kabel busi dengan yang baru. 

b. Seluruh busi juga dibersihan 

c. ISC dan ruangannya dibersihkan

d. Pin no 2 CO potensio diukur nilai tegangannya, hasilnya berkisar di 4,8-4,9 V, meskipun knobnya sudah diputar putar. Kesimpulannya CO potensio sudah rusak. Untuk sementara kemudian diganti dengan potensiometer biasa ukuran 50 k ohm dan diatur agar tegangan di pin 2 CO potensio sebesar 2,5V.

e. Dilakukan pengaturan TPS agar pin no 2 TPS keluar tegangan 0,5V .

f. Saat dibawa perjalanan ke Solo-Jogja dan kembali lagi, gejala yang muncul adalah sebagai berikut :

f1. Awalnya mesin mulai bisa lari dengan nyaman di atas kecepatan 80km/jam. Ketika sudah di atas 100km/j larinya sudah sangat nyaman.

f2. Sesampainya di jogja,mesin tiba-tiba nyendat parah hingga hilang tenaga dan mogok. Ketika coba di starter, mesin sempat bisa hidup tapi dengan rpm yang rendah, sekitar 600-700. Kemudian ketika pedal gas ditekan, muncul seperti suara ledakan di arah depan kemudi. Ketika dicek di ruang mesin, ketika tuas TB digerak-gerakkan, muncul detonasi/backfire yang cukup keras di saluran filter udara. Muncul juga suara desis di sekitar MAF. Kemudian dicek box filter udara, didapati bahwa sarang lebah diujung MAF sudah lepas. Setelah sarang lebah dipasang kembali, mesin dapat dinyalakan dan rpm bisa sampai di 1000. Namun ketika digas, masih nyendat-nyendat di rpm 1000-3000.

g. Dilakukan pengecekan ISC dengan hasil :

g1. Coil A : hambatan pin 1-2 : 33 ohm, hambatan pin 2-3 = 33 ohm (--> normal)

g2. Coil B : hambatan pin 4-5 = 33 ohm, hambatan pin 5-6 = 33 ohm (--> normal)

g3. Bagian rotator : dinding rotator ada bekas gesekan

g4. Ketika kunci kontak di on-off, plungernya hanya bisa bergerak sedikit, seperti ada yang macet 

 

 

Comments